Selasa, 27 Januari 2015
malaikat kecil bernama "TARI"
tari anak kecil berumur 4 tahun,lahir tahun 2002 mengalami sakit demamam panas dan di sertai badan mulai membengkak. dengan keadaan keluarga yang sederhana. membuat kedua orang tua selalu selisih dalam menjalani rumah tangga, setiap kali ada masalah kecil selalu di besar-besarkan. sehingga kedua orang tua tari ini selalu tidak akur. pada waktu itu ketika siang tepatnya pukul 11.00 siang, terjadi keribut lagi antara ayah dan ibunya tari, sehingga mulai gaduh dan keributan dalam rumah. di saat itu tari masih dalam keadaan sakit kuat. muka bengkak, kuning sekujur tubuh. membuat tari tidak mampu berdaya dan hanya bisa merengek dan menagis kepada ayah dan ibunya,
dan berkata: "pa, ma, kenapa sih kalian selalu bertengkar ? kenapa sih kalian selalu membuat tari takut?"
air mata pun berlinang di pipi.
lalu jawab mama: itu ayahmu selalu malas, selalu maunya tidur dan selalu bersantai".
elak ayahnya: kata siapa malas? . jawab mamanya lagi: saya bilang" lihat anak kita sakit tidak bisa di sembuhkan. apa kamu tidak kasian?. (mama berlinang air mata dan tersedu-sedu menangis).
lalu setelah beberapa kemudian terjadi lagi percecokan antara mama dan ayah tari. dan tari mulai mengis lagi hingga suara yang harus dia keluarkan namun tidak bisa di keluarkan. hanya bisa menagis-dan menangis dan mamanya tari mendekap si tari agar berhenti menangis.
dan keesokan harinya,
terjadi maslah lagi, gara-gara tidak ada belanja di dapur dan sang ayah tidak memberikan uang dapur kepada mama.
lalu ibu tari marah: " yah kenapa, kamu tidak belanja ? dapur kosong tak ada makanan dan sayur harus di masak?".
jawab ayah: aku tidak ada uang, karena tidak noreh ".
mama tari marah:
dasar laki-laki tak berguna, lihat anakmu sakit mau di kasi makan apa?. udah obatnya aja belum beli, di ajak puskesmas tidak>, laki-laki macam apa kamu?.
elak ayah: ya udah nanti saya usahakan lagi, kamu ini marah2 terus. pusing aku.
dasar laki-laki tak berguna tak di untung. maunya apa sih kamu? sahut mama.
hingga pertengkaran semakin panas. karena sang ayah tak mampu dengar ocehan sang istri, ayah ambil cairan racun rumput, lalu sang ayah meminum setengah tutup botol racun rumut tersebut. dan di sambar sang istri. sedangkan waktu itu ade bungsu dari mamanya tari bernama udo pun melihat kejadin tersebut. dan si tari lari keoomnya udo, dan menangis sedu. perkelahian itu semakin riuh, dan tari bilang kepada oomnya .
:om, aku takut melihat mama dan ayah selalu bertengkar setiap hari!' sahut oomnya udo: jangan nangis sayang, sini sama om aja jangan lihat mama ayah mu bertengkar.
dan tari menagis tak mau di hentikan tagisanya.
lalu kata tari: om, mungkin mereka kelahi ini, gara2 aku. aku anak memang tak berguna, nyusahkan kedua orang tua saya. sahutoomnya: tidak sayang, ini bukan salah kamu. kamu tidak salah kok, kamukan anak baik anak manis . jangan ngomong gitu. sambil si om merayu tari agar tidak berprasangka seprti itu.
lalu tari bilang: om, mungkin aku harus meninggil kali ya. mungkin aku harus peri untuk selama-lamnya . aku tidak bisa menahan sakit ku ini. air mata pun berlinang di pipi. dan sahut omnya: kenapa kamungomong gitu sayang, kamu tidaksalah. ini salah kedua orang tua mu. sambil menagis tersedu-sedu melihat muka si tari yang pucat kuning. air mata udo tak mampu tertahan kan lagi, dia peluk si tari untuk di ajakkeluar rumah. kata tari: mungkin kehadiranku membuat mama ayah tidak bahagia. jika suatu saat nanti om, aku akan pergi apakah ayah dan mama akan rukun? apa mereka akan sadar? bahwa aku akan pergi dan tanpa melihat aku lagi.
dan setelah beberapa bulan kemudian tari di bawa kerumah sakit terdekat, karena sakitnya makin parah. ayah dan ibunya sudah bingung untuk mencarikan uang untuk tari. walaupun sebanrnya sakitnya itu bisa di sembuhkan namun TUHAN berkata lain.
TUHAN memangil malaikat kecil "TARI" untuk pergi kepangkuannya dan bahagia di sisinya.
tari meninggal dengan keadaan sedang dirawat kerumah sakit. tetesan terakhir air mata tari mengalir di pipinya. tiba-tiba tubuh tari yang bengkak karena penyakit itu kempes dan normal seperti biasanya. namun TUHAN telah mengijinkannya untuk kembali kepangkuan-Nya di surga.
dan jenasah tari di bawa kerumah tempat tinggalnya.
kedua orang tua tidak bisa berkata lain. hanya bisa terdiam dan pasrah. sanak saudara pun berdatangan.
waktu itu juga udo masih kelas 5 SD. dan udo mengis di depan jasadnya tari. dan di belikannya kerupuk 5 bungkus untuk tari karena kerupuk itu kesukaanya. dan diletakkanya di atas tubuhnya tari. dan si udo berangkat sekolah.
setelah beberapa bulan kemudian, sedikit demi sedikit ayah dan mamanya tari mulai akur,
tahun demi tahun tidak pernah lagi percekcokan di antara ayah dan mamanya tari.
tari pernah bilang: bahwa mungkin kalu dia akan pergi, mama dan ayahnya akan akur dan bersatu kembali. ternyata itu benar. mungkin kita tidak tau bagaimna TARI, malaikat kecil damai di surga melihat kedua orang tuanya akur dan sampai sekarang tidak pernah kelahi lagi.
sekian............................................................................
termakasih udo
Langganan:
Postingan (Atom)